Tampilkan postingan dengan label Peralihan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peralihan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Agustus 2013

IRONI TANGGUNGJAWAB SOSIAL


REKTOR UNSOED DITAHAN
Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof Dr Edy Yuwono ditahan siang ini Rabu (21/8/2013). Edy dipanggil Kejaksaan Negri (Kejari) Purwokerto, Jawa Tengah, untuk pemeriksaan. Edy datang pukul 09.00 WIB dan empat jam setelah itu diputuskan ditahan. Pembantu Rektor IV Budi Rustomo yang mulanya dipanggil sebagai saksi juga langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan juga. Jaksa juga menahan Kepala UPT Percetakan Winarto Hadi. Penahanan ketiga tersangka adalah karena dugaan keterlibatan dalam kasus penyelewengan dana hibah Program Tanggungjawab Sosial (CSR) dalam rangka kerjasama Unsoed dengan PT Antam sebesar Rp 5,8 miliar, yang menyebabkan kerugian negara Rp 2 miliar. Dana program CSR itu dimaksudkan untuk rehabilitasi lahan bekas tambang pasir besi di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag, Purworejo.

Berita penahanan Rektor Unsoed Prof Dr Edy Yuwono yang berkait dengan  dana tanggungjawab sosial (CSR) PT Antam Tbk untuk rehabilitasi lahan bekas tambang pasir besi di Munggangsari, Grabag, Purworejo, sungguh memprihatinkan. Kejadian ini niscaya akan menjadi kasus bahasan di masa saya menyiapkan pelatihan Tanggungjawab Sosial menurut ISO-26000.


Betapa tidak. Kasus yang lebih dahulu harus disikapi dengan prinsip hukum prasangka tidak bersalah ini, sekali gus menjadi tantangan perubahan praktek pelaksanaan tanggungjawab sosial tradisional, agar semakin efektif, menjadi sistem tanggungjawab sosial yang lebih maju, yang antara lain secara eksplisit membina perilaku etis di dalam bentuk praktek-praktek yang adil.

Dalam hal ini, organisasi pemberi pekerjaan (PT Antam Tbk) maupun organisasi pelaksana pekerjaan (Unsoed) tanggungjawab sosial seharusnya sudah compatible mengenai isu pokok perilaku etik dan praktek yang adil itu.

Sabtu, 25 Mei 2013

Strategi Mengatasi Transisi



Sumbangan Seorang Teman.
Segala sesuatu berubah. Usaha apapun bentuknya, apa pun orientasinya, laba ataupun sosial nir-laba, juga mengalami perubahan. Seorang mitra konsultan yang sudah mendampingi ratusan perusahaan, organisasi dan lembaga menyatakan: Sesuatu organisasi tak mungkin menghindar dari keharusan menghadapi dan menyiasati timbulnya beberapa masa dan langkah perubahan, atau peralihan, atau transisi, dalam setiap tahunnya. Ada sementara perubahan atau peralihan yang sangat menentukan keberhasilan, yang lain memacu kinerja, sedang sebagian melemahkan organisasi di semua lini. Bahkan membuat bangkrut. Maka para pemimpin perlu belajar bagaimana melewati masa dan tantangan perubahan atau peralihan ini, berani memotong tali yang menghela dampak negatif perubahan atau peralihan di dalam organisasi, dan menghargai nilai nyata hasil keputusan yang mungkin drastis, berat dan menyakitkan. Seumpama pohon yang harus dipangkas bersih dahan, ranting, daun bahkan batangnya, agar bertumbuh lebih sehat dan berbuah. Keberhasilan dalam melewati peralihan ini niscaya memberi kontribusi pada kemajuan usaha atau organisasi.