Minggu, 24 Maret 2013

Perlunya Peningkatan Entrepreneurship Pertanian Secara Cerdas



Menterjemahkan Situasi Global Menjadi Langkah Lokal

Situasi pasar pertanian mengalami perbahan besar. Pertama-tama karena dorongan pertumbuhan penduduk. Penduduk dunia diperkirakan akan meningkat dari 6.5 milyar saat ini menjadi 9.1 milyar pada tahun 2050 dan pertambahan penduduk yang terbesar di kawasan yang kurang berkembang. Karenanya, permintaan global akan pangan akan meningkat dramatis sebesar 75%. Dorongan kedua adalah perubahan pola permintaan. Pertumbuhan penduduk dipandang sama dengan pertumbuhan kota-kota. Itu artinya pada 2050 penduduk kota yang berkembang cepat akan memerlukan suplai pangan yang lebih bermutu dan lebih beragam, khususnya segmen pangan olahan. Pola makan baru menuntut konsumsi lebih banyak kalori, lemak dan protein. Suatu faktor yang terkait adalah maraknya investasi dalam sektor pertanian, terutama berkaitan dengan jasa pengolahan, rantai pengecer dan jasa boga (warung dan restoran). Secara umum ini disebut “gelombang supermarket” (=mart) yang besar dampaknya pada sistem penyaluran bahan pangan dalam negeri. Perubahan ini menuntut mutu pangan yang lebih tinggi, namun juga membuka peluang untuk para petani kecil.




Lebih dari 85% petani di negara berkembang menggarap tanah kurang dari 2 ha. Di Asia dan Africa sub-Sahara sekitar 80% tanah pertanian adalah milik atau digarap oleh petani kecil. Mereka dapat dikatakan mensuplai 80% bahan pangan untuk konsumsi lokal. Maka para petani kecil itu sebenarnya adalah investor utama dalam bidang pertanian, dan karenanya peran mereka sangat menentukan dalam peningkatan ketahanan pangan dan gizi, dan di dalam menanggulangi kemiskinan pedesaan.




Sehubungan dengan peningkatan kebutuhan, produksi bahan pangan sangat perlu ditingkatkan. Menurut FAO, negara-negara Asia perlu meningkatkan produksi pangan mereka hingga 69% hingga tahun 2050, sedang Afrika memerlukan peningkatan produksi sampai 200%. Bertumbuhnya industri agro-food untuk sebagian besar bergantung pada potensi produksi para petani kecil untuk mengamankan jumlah dan mutu suplai pangan. Soal sustenabilitas semakin terkait dengan operasi usaha mereka untuk menanggapi tuntutan kebutuhan konsumsi. Maka sehubungan dengan itu diperlukan sekali peningkatan investasi para petani kecil semisal dalam pemulihan kesuburan tanah, pengadaan sumber air pertanian dan komunitas, dan usaha pelestarian di bidang keanekaragaman hayati.



Sistem agro-food terutama didominasi oleh banyak usaha kecil, dan sedikit perusahaan besar. Di antara kedua ragam itu, diperlukan peningkatan jumlah perusahaan kecil dan menengah (UKM) bidang pertanian dan pangan. Sebab kelompok ini diharapkan menjembatani kekurangan fasilitas agro-processing untuk menciptakan nilai tambah bagi produk primer pertanian. Sektor UKM pertanian yang makin kuat niscaya menciptakan peluang untuk menambah lapangan kerja dan menciptakan penghasilan di daerah pedesaan yang rentan serta menguatkan ketahanan pangan.



Pengembangan rantai distribusi di masa lalu menjadi konsep yang dominan untuk pemasaran hasil pertanian dan untuk menambah akses petani kecil ke pasar. Pendekatan ini didasarkan pada asumsi bahwa rantai nilai pasar akan memberi kontribusi menguatkan ekonomi lokal dengan menyatukan para pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, masyarakat dan usaha swasta dan dengan membangun sumber daya yang tersedia setempat. Walau ada pendekatan keberpihakan pada kaum miskin di dalamnya, namun sifatnya hanya tempelan komplementer saja. Pendekatan ini juga meliputi upaya pemberdayaan komunitas petani, yang dalam kerangka konsep merupakan bagian dasar dari piramida paradigma.



Garis hubung dalam paradigma itu adalah pandangan akan pasar sebagai segala-galanya: bidang swasta sebagai wahana untuk mengatasi tantangan sekitar ketahanan pangan, kelaparan dan kemiskinan. Namun krisis keuangan dunia yang terjadi beruntun belakangan ini menggoyahkan pandangan dan paradigma itu. Ada tuntutan besar untuk lebih mengendalikan sektor keuangan dan perhatian beralih pada bentuk usaha kerjasama semacam koperasi. Perusahaan-perusahaan besar agro-food yang beroperasi secara internasional pun dipaksa untuk menggalakkan kebijakan tanggungjawab sosial (CSR) mereka ke dalam praktek penguatan UKM koperasi.




Perubahan situasi ini tentu membuahkan hasil (outcomes) yang positif bagi para produsen pertanian di Asia. Yang perlu dilakukan adalah segera mengembangkan wawasan, potensi, aset dan kapasitas para petani kecil. Memandang mereka lebih sebagai pemecah persoalan (bukannya semata sebagai persoalan per se) dengan mengembangkan kewirausahaan secara cerdas. DI SINI FRASA SECARA CERDAS DITEKANKAN, SEBAB PADA KENYATAANNYA BANYAK USAHA PEMBERDAYAAN LEBIH BERWAWASAN POLITIS DAN BIROKRATIS KETIMBANG MEMBANGUN KAPASITAS ENTREPRENEURIAL MENURUT JENIS KOMPETENSI ENTREPRENEURSHIP YANG DIPERLUKAN PARA PETANI MENURUT SITUASI LOKAL MEREKA.


2 komentar:

  1. Masukan bagus. Terima kasih.
    Banyak training kewirausahaan dimulai dengan pemaparan maksud pemerintah atau lembaga tertentu, bukan mulai dari petani sendiri sebagai pelaku usaha. Titik tolak yang tidak kena.
    Sesi-sesi awal dimulai dengan karakter yang dituntut wirausaha... Wah, lha kalau karakter kan susah mengubahnya. Saya lebih percaya pada pengubahan wawasan lebih dulu. Semacam conscientization. Karakter pribadi yang sudah ada disyukuri dan dijadikan modal dasar.
    Maka sebaiknya kursus-kursus wirausaha dimulai dengan kompetensi-kompetensi dasar yang diperlukan. Saya amati, sebagian besar teman saya yang menjadi wirausaha mengawalinya dengan jalan-jalan, pesiar, hehehe, aneh ya? Tetapi pesiar itu punya tujuan seperti studi banding, mau lihat-lihat benda-benda aneh yang laku dijual di tempat lain, tetapi belum tersedia di temapt sendiri; atau melihat-lihat cara memproduksi dan memasarkan barang yang lazim (biasa) namun dilakukan dengan luar biasa (lain gitu, maksudnya.. di manca negara atau manca desa. Lalu dipikirkan penerapanannya di desa/kota sendiri. Itu kecerdasan lapangan, bukan?

    BalasHapus
  2. Terimakasih banyak AKI karna melalui jalan togel ini saya sekarang sudah bisa melunasi semua hutang2 orang tua saya bahkan saya juga sudah punya warung makan sendiri hi itu semua berkat bantuan AKI JAYA yang telah membarikan angka 4D nya menang 275 jt kepada saya dan ALHAMDULILLAH berhasil,kini saya sangat bangga pada diri saya sendiri karna melalui jalan togel ini saya sudah bisa membahagiakan orang tua saya..jika anda ingin sukses seperti saya hubungi no hp O85-244-015-689 AKI JAYA,angka ritual AKI JAYA meman selalu tepat dan terbukti..silahkan anda buktikan sendiri. 2D 3D 4D 5D 6D






    Terimakasih banyak AKI karna melalui jalan togel ini saya sekarang sudah bisa melunasi semua hutang2 orang tua saya bahkan saya juga sudah punya warung makan sendiri hi itu semua berkat bantuan AKI JAYA yang telah membarikan angka 4D nya menang 275 jt kepada saya dan ALHAMDULILLAH berhasil,kini saya sangat bangga pada diri saya sendiri karna melalui jalan togel ini saya sudah bisa membahagiakan orang tua saya..jika anda ingin sukses seperti saya hubungi no hp O85-244-015-689 AKI JAYA,angka ritual AKI JAYA meman selalu tepat dan terbukti..silahkan anda buktikan sendiri. 2D 3D 4D 5D 6D









    Terimakasih banyak AKI karna melalui jalan togel ini saya sekarang sudah bisa melunasi semua hutang2 orang tua saya bahkan saya juga sudah punya warung makan sendiri hi itu semua berkat bantuan AKI JAYA yang telah membarikan angka 4D nya menang 275 jt kepada saya dan ALHAMDULILLAH berhasil,kini saya sangat bangga pada diri saya sendiri karna melalui jalan togel ini saya sudah bisa membahagiakan orang tua saya..jika anda ingin sukses seperti saya hubungi no hp O85-244-015-689 AKI JAYA,angka ritual AKI JAYA meman selalu tepat dan terbukti..silahkan anda buktikan sendiri. 2D 3D 4D 5D 6D


    BalasHapus